Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat dinantikan oleh para pecinta akhirat dan pencari rahmat dan ridhaNya. Hari-harinya penuh dengan segala keberkahan, setiap detik dan menit kita dipacu untuk tidak melewatkannya. Begitu mahal dan berharganya perjalanan dan ritme kehidupan selama bulan perjuangan ini. Alangkah ruginya kita, apabila melepaskan peluang-peluang keemasan yang hadir di depan mata.Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah saw memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:
02:17
Ku Raih Bahagia Melalui Ramadhan, Bag. 01
02:16
Mengapa Mesti Hanya Hari Ini??
Manusia merupakan ‘hamba’ dari kasih sayang, hati manusia akan luluh jika telah mendapatkan kasih sayang dari sesamanya, siapapun itu, bagaimanapun ia dan apapun caranya. Buah dari kasih sayang teramat agung untuk diprediksikan serta direnungkan, yang jelas manusia akan ‘menghamba’ pada kasih sayang yang ia dapatkan dari sesamanya.
Lalu siapa dan yang seperti apa yang telah memberikan kasih sayangnya pada anak manusia seperti kita ini?? Apakah itu hanya sebatas pada lawan jenis kita, atau memang kasih sayang yang seperti itu dan dari sana yang benar-benar berhak mendapatkan kasih sayang balasan?? Adakalanya memang ‘benar’, dan adakalanya jua ‘salah’. ‘Benar’
02:16
Amalan-amalan yang dianjurkan pada bulan Ramadhan sesuai Nash al-Qur'andan Sunnah Rasulullah SAW. Bag, 01
Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat dinantikan oleh para pecinta akhirat dan pencari rahmat dan ridhaNya. Hari-harinya penuh dengan segala keberkahan, setiap detik dan menit kita dipacu untuk tidak melewatkannya. Begitu mahal dan berharganya perjalanan dan ritme kehidupan selama bulan perjuangan ini. Alangkah ruginya apabila kita melepaskan peluang-peluang keemasan yang hadir di depan mata. Berikut adalah beberapa amalan sunah yang sangat dianjurkan selama melaksanakan ibadah puasa Ramadan.
02:13
Doa dan Optimistis
Dengan sebongkah hati penuh iman dan optimisme, ia berhusnuzan (berprasangka baik) kepada Allah, bahwa hanya dengan rida dan iradah-Nya, segala awan gelap kehidupan mampu disingkirkan. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, karena bagi- Nya cukuplah berucap, ”Kun faya kun, maka jadilah.” Dalam melafalkan doanya, ia pun memintal sejuta sesal seraya bertobat membersihkan diri dari dosa. Karena, ia sadar bahwa dosa adalah kabut penghalang untuk memandang wajah Ilahi. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada yang dapat menolak ketentuan takdir (qadha) kecuali doa. Dan, tidaklah ada yang menambah umur kecuali berbuat kebajikan. Dan, seseorang diharamkan rezekinya, karena perbuatan dosanya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
02:11
Mengapa Qalbu Mengeras??
Qalbu yang paling jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan. Sebagaimana jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya makanan dan minuman, demikian pula qalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan padanya nasehat.
Barangsiapa hendak mensucikan qalbunya maka ia harus mengutamakan Allah dibanding keinginan dan nafsu jiwanya. Karena qalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah subhanahu wa ta’ala, sekadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya. Banyak orang menyibukkan qalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka sibukkan dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan negeri akhirat tentu qalbunya akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang nampak ini, dan ia pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah. Jika qalbu disuapi dengan berdzikir dan disirami dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan, ia pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.
02:10
Fitnah terhadap Islam dan Umatnya
Al Quran menggunakan kata “fitnah” (nakiroh) dalam 21 ayat, dan kata “al fitnah” (ma’rifat) pada 6 ayat dengan makna yang berbeda-beda sesuai dengan konteks ayat. Salah satu di antaranya kata “al fitnah” yang disebut sebagai “lebih besar daripada pembunuhan” sebagaimana disebut dalam QS. Al Baqarah 217 (al fitnah akbaru minal qatl). Allah SWT berfirman: Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh… (QS . Al Baqarah 217).
Penulis Fathul Qadir memberikan makna kata “al fitnah” dalam ayat tersebut antara lain: kekufuran, pengusiran penduduk (Rasulullah da kaum muslimin) al haram, fitnah yang dialami kaum dluafa di antara orang-orang mukmin di Mekkah yang dibinasakan karena mempertahankan agamanya. Ayat di atas turun setelah pasukan yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy yang diutus Rasulullah saw. untuk mengintai pergerakan orang-orang Quraisy di antara Thaif dan Mekkah telah menyerang rombongan Quraisy, menewaskan sebagian orang Quraisy itu dan menawan sebagian yang lain. Itu terjadi pada akhir bulan Rajab, salah satu bulan haram. Kejadian tersebut dijadikan bahan propaganda hitam (black campaign) oleh orang-orang Quraisy dan didukung kekuatan Yahudi untuk memojokkan kaum muslimin. Namun turunnya ayat tersebut justru memberikan klarifikasi kepada mereka bahwa tindakan pasukan Abdullah bin Jahsy dibenarkan oleh Allah SWT.
02:09
Lihatlah Siapa Temanmu
“Apabila engkau berada di tengah-tengah suatu kaum maka pililhlah orang-orang yang baik sebagai sahabat, dan janganlah engkau bersahabat dengan orang-orang mempunyai akhlaq kurang sejalan dengan tuntunan agama kita sehingga engkau akan binasa bersamanya”
Manusia adalah bagian dari kehidupan ini dan merupakan makhluk yang membutuhkan bantuan dari makhluk lain, sehingga dia tak akan pernah lepas dari pola interaksi dengan sesama. Terlebih dominasi perasaan yang melekat pada dirinya, membuat dia butuh sahabat sebagai tempat mengadu, tempat bertukar pikiran dan bermusyawarah. Berbagai problem hidup yang dialami menjadikan dia berfikir bahwa, meminta pendapat, saran dan nasehat sahabat adalah suatu hal yang perlu. Maka dari itu sahabat sangat vital bagi kehidupan makhluk yang sosial ini, siapa sih yang tidak butuh teman atau sahabat dalam kehidupannya..??
Subscribe to:
Comments (Atom)


Recent Posts